home | Article
Kaka Slank Beraksi Selamatkan Pulau Bangka
October 7, 2013

Greensmile - Sobat Green, vokalis superband Indonesia, Slank, Kaka, tengah sibuk menggalang dukungan dari masyarakat untuk menolak pembangunan tambang di Bangka, Sulawesi Utara.

Vokalis yang bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu kaget saat mendengar ada rencana pembukaan tambang di salah satu diving spot kegemarannya di Bangka, Sulawesi Utara. Tak mau alam Indonesia makin rusak, Kaka pun bergerak.

“Biasanya kalo aku suka dengan suatu tempat diving aku akan datang dua kali. Saat aku dengar ada rencana bikin tambang di sana, aku langsung berpikir soal limbah. Ada tambang berarti ada limbah,” katanya dalam wawancara dengan NET TV.

Tanpa berpikir dua kali, Kaka langsung mengajak beberapa rekannya untuk membuat video menolak pembukaan tambang di Bangka.

“Aku juga keliling kampung, ajak para penduduk setempat untuk menyuarakan penolakan. Mereka tegas menolak. Penduduk dari dua kampung yang aku ajak ngobrol menolak. Bahkan di salah satu kampung ada tulisan semacam ‘Tolak Tambang Harga Mati’,” ia menambahkan.

Video yang dibuat Kaka menggambarkan keindahan Pulau Bangka, terutama dasar lautnya, serta penolakan masyarakat sekitar terhadap tambang, yang  merusak lingkungan.

“Awalnya aku sebarkan lewat Youtube. Terus aku rasa nggak cukup. Cari cara lagi. Akhirnya ada yang menyarankan lewat change.org,” ia menjelaskan.


Kaka Slank saat menikmati keindahan alam laut Pulau Bangka, Sulawesi Utara

Dalam menyusun petisi untuk dipublikasikan lewat change.org, Kaka dibantu sejumlah pecinta linkungan lainnya, seperti dari WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). “Ternyata, WALHI sendiri sudah mulai mempermasalahkan tambang itu dari 2008,” Kaka menambahkan.

“Petisinya sendiri baru keluar minggu lalu. Selama itu, dari mulai dapat ide, sempat kita pending. Baru minggu lalu keluar. Kurang lebih enam bulan sejak merencanakan,” kata vokalis berumur 39 tahun itu.

Pulau Bangka, Sulawesi Utara, merupakan salah satu lokasi penyelaman yang indah, terletak di antara taman laut nasional Bunaken dan Selat Lembeh yang terkenal.

Jatuh cinta dengan Pulau Bangka pada Pandangan Pertama

Kaka menjelaskan lebih detail awal dia jatuh cinta dengan keindahan Pulau Bangka pada pengantar petisinya. Awalnya, Kaka bahkan nggak tahu ada Pulau Bangka di Sulawesi Utara. Yang ia tahu cuma Pulau Bangka di Provinsi Bangka Belitung, di dekat Pulau Sumatera.

"Pertama kali ke Pulau Bangka waktu diving trip-ku ke Manado. Rencananya diving di Bunaken, Manado Tua, Lembeh. Tapi temen bilang “Kamu harus pergi ke Pulau Bangka!” langsung mikir Bangka-Belitung ternyata deket aja dari Manado! ;) langsung menuju kesana! Itu Maret 2012," Kaka menjelaskan.

Saking cintanya dengan alam Pulau Bangka, Kaka sudah empat kali pergi ke sana. Kesan yang ia dapat waktu pertama kali berkunjung rupanya sangat membekas.

"Alamnya bagus, cantik, bawah lautnya salah satu yang terbaik! Soft coral-nya bikin warna lautnya biru muda. Dan kecil banget! Sesuai peraturannya, pulau yang dibawah 200.000 hektar ga boleh ditambangi. Dan pulau ini luasnya 4700 hektar! Jadi kalo bener jadi pertambangan PT MMP (Mikgro Metal Perdana) itu, udah jelas ilegal!" tegasnya.

Lewat petisi ini, Kaka juga menagih janji Gubernur Sulawesi Utara, Harry Sarundajang, untuk menjadi gubernur hijau. Bupati Minahasa Utara, Sompie Singal juga dimintai pertanggungjawaban.

Dalam petisi itu, Kaka memberikan penjelasan yang sangat detail mengenai dampak negatif pertambangan di wilayah tersebut serta aspek-aspek hukum yang dilanggar. Ingin tahu lebih lengkap dan mendukung aksi Kaka? Langsung aja ke change.org.

Penasaran dengan video aksi Kaka tolak tambang di Pulau Bangka? Tonton langsung aja!